Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Selasa, 21 Februari 2012

MUI dan BNK Pamekasan Gelar Penyuluhan Narkoba

15 Peb 2012 09:14:59
Penulis : Abdul Azis // www.antarajatim.com
Pamekasan- Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pamekasan, Madura, serta sejumlah ormas Islam lainnya di wilayah itu menggelar serangkaian kegiatan penyuluhan dampak bahaya narkorba.

Humas MUI Pamekasan Azis Maulana, Rabu, menjelaskan, rangkaian kegiatan berupa penyuluhan akan dampak bahaya narkoba ini sengaja digelar, karena akhir-akhir ini peredaran narkoba di Pamekasan kian marak.

"MUI menjadi mitra dalam hal penyuluhan ini untuk memberikan pencerahan akan dampak bahaya narkoba dari sisi pemahaman keagamaan," kata Azis Maulana.

Tidak hanya itu, MUI juga mengandengn sejumlah ormas keagamaan lainnya yang ada di Pamekasan untuk memberikan penyuluhan. Seperti ormas Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Hidayatullah, dan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di Pamekasan.

Azis menyatakan, MUI perlu terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan penanggulangan peredaran narkoba dengan memberikan pemahaman keagamaan, karena peredaran narkoba sangat mengkhawatirkan kalangan generasi muda.

Narkoba, kata dia, tidak hanya beredar di perkotaan saja, akan tetapi juga di wilayah perdesaan, bahkan bisa mengancam siapa saja, termasuk santri.

"Inilah perimbangan kami, mengapa MUI perlu 'all out' bergerak mengantisipati peredaran narkoba," katanya menjelaskan.

Berdasarkan data di Mapolres Pamekasan, pengguna narkotika cendrung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir ini hingga mencapai sekitar 70 persen lebih. (*)
sumber:http://www.antarajatim.com/lihat/berita/82439/mui-dan-bnk-pamekasan-gelar-penyuluhan-narkoba

Kamis, 09 Februari 2012

Islamic Centre Lombok Kembangkan Wirausahawan Baru

Kamis, 09 Pebruari 2012 21:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Islamic Centre Lombok, Nusa Tenggara Barat, turut aktif juga dalam pengembangan ekonomi umat. Bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB, Islamic Centre berperan serta juga dalam usaha mewujudkan program 1100 wirausahawan baru.

''Ini salah satu kegiatan dari Islamic Centre di luar aktivitas dakwah,'' kata Iswandi, salah satu pengurus harian Islamic Centre Lombok, dalam perbincangannya kepada Republika di Jakarta, Kamis (9/2).

Untuk mewujudkan program tersebut, kata Iswandi, pihaknya menjadi semacam fasilitator sekaligus penyedia tempat. Kegiatan pemberdayaan ekonomi umat semacam ini juga dilakukan dengan sinergi kepada unsur pondok pesantren, organisasi massa Islam serta remaja masjid.

Iswandi juga mengungkapkan, sejak setahun terakhir, pihaknya juga sudah mengembangkan model koperasi syariah serta BMT. Sedangkan bersama lembaga pimpinan Syafi'i Antonio, Tazkia, Islamic Centre Lombok juga mengembangkan program konsultasi usaha serta bantuan permodalan.

Sayangnya, untuk data rinci terkait umat yang diberdayakan, Iswandi tidak mengetahuinya. ''Dalam dua tahun terakhir ini kita juga tengah fokus buat pembangunan fisik masjid,'' ujarnya.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/02/09/lz4qle-islamic-centre-lombok-kembangkan-wirausahawan-baru

MUI-KEMENAG PAMEKASAN GELAR PELATIHAN PENYULUH

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan akan menggelar serangkaian pelatihan penyuluh guna menanggulangi maraknya kenakalan remaja. dalam merealisasikan itu MUI menggandeng sejumlah instansi dan ormas seperti Kantor Kemenag Pamekasan, Dinas Pendidikan, BNK Pamekasan, Muhammadiyah, NU, Persis, Hidayatullah, al-Hiadayah, Gerakan Organisasi Wanita (GOW) dan majelis Salimah.
"tentunya dalam merealisasikan kegiatan itu kita (MUI-red) perlu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. mereka kan yang aktifitas selalu berdampingan dengan masyarakat" tutur Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga dr. Tiur landina pada selasa 07/02/12 usai rapat koordinasi dengan pihak Kemenag.
Menurut bu dokter -sapaan akrab dokter Tiur- MUI sangat bangga karena pokok pikiran MUI ditanggapi positif oleh sejumlah pihak. "ketika kami rencanakan pelatihan penyuluh, kami undang sejumlah instansi dan ormas, alhamdulillah Kantor kementerian Agama Pamekasan dan al-Hidayah merespon positif dan menyediakan waktu untuk pelaksanaan kegiatan tersebut" imbuhnya. "ini kan untuk kebaikan kita semua khususnya masa depan putera-puteri kita" imbuhnya.
Bu dokter menjelaskan bahwa dalam waktu dekat MUI bekerjasama dengan kantor Kementerian Agama Pamekasan akan mengadakan training for trainer, dimana pesertanya adalah Penyuluh Agama Kecamatan dilingkungan Kemenag Pamekasan, guru agama MTS/SMP-MA/SMA dan pengurus MUI kecamatan.
"kami sangat berterimakasih kepada Dewan Pimpinan MUI yang telah mensupport kami dan khususnya kepada Kantor Kementerian Agama melalui ibu Aini Uswatun yang telah memfasilitasi kami" katanya (*zis)

Sudah Punya Gengsi Di Tingkat Karapan Piala Presiden

February 8th, 2012 admin

Menjawab imbauan MUI Kabupaten Pamekasan terhadap empat tuntutan yang baru dilaksanakan tiga pada karapan sapi tahun 2011 yaitu himbauan dilarang adanya perjudian, himbauan untuk tetap sholat di waktu pelaksanaan karapan sapi, serta yang berkaiatan dengan shariah agama lainnya dan yang belum terjawab adalah karapan sapi tanpa kekerasan (Ir. Eddy Santo, MM)
Bukan suatu khayalan lagi, bahwa karapan sapi tanpa kekerasan bakal di gelar oleh Bakorwil Pamekasan pada Minggu (12/2) di stadion Soenarto Pamekasan.

Kepala Bakorwil Pamekasan Ir. Eddy Santoso, MM ketika memimpin rapat para peserta / pemilik karapan sapi, Dinas yang terkait, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan, serta hadir pula utusan BPWS, dalam kesempatan tersebut Eddy Santoso menegaskan bahwa “ dalam rangka pembinaan dan sekaligus pengembangan potensi wisata di Madura dengan kecintaan terhadap budaya Madura dan mempertahankan warisan nilai budaya tradisional Madura, Karapan sapi tanpa kekerasan, tanpa adanya penyiksaan sapi dalam bentuk apapun, mulai dari dilukai dengan memakai paku dan sejenisnya sampai dengan penggunaan balsen yang dioleskan pada mata di larang dalam perlombaan eksebisi ini.

Selanjutnya Eddy Santoso mengatakan bahwa karapan sapi tanpa ini juga” menjawab imbauan MUI Kabupaten Pamekasan terhadap empat tuntutan yang baru dilaksanakan tiga pada karapan sapi tahun 2011 yaitu himbauan dilarang adanya perjudian, himbauan untuk tetap sholat di waktu pelaksanaan karapan sapi, serta yang berkaiatan dengan shariah agama lainnya dan yang belum terjawab adalah karapan sapi tanpa kekerasan “. Dalam kesempatan ini karapan sapi eksebhisi tanpa kekerasan baru dapat dilaksanakan.

Dalam kesempatan tersebut Ketua pelaksana karapan sapi tanpa kekerasan Drs. Hasan Mursy mengatakan bahwa karapan sapi tersebut adalah karapan sapi damai, damai bagi pemilik dan damai penyelenggara sekaligus damai bagi sapi, karena tanpa kekerasan terhadap sapi.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan undian peserta lomba terdiri 6 pasang sapi setiap kabupaten se Madura , dalam kesempatan ini tanpa adanya seleksi dari tingkat kecamatan dan Kabupaten, jadi bakal ada 24 pasang sapi yang telah ditunjuk bupati untuk mewakilinya, yang cukup mengejutkan menurut Tajul Falah adalah “ peserta ternyata bukan sapi pemula yang mewakili Kabupaten adalah pasangan sapi yang sudah berkiprah di tingkat Piala Presiden, jadi bukan sapi –sapi pemula lagi “ tegasnya . Acara selanjutnya dilanjutkan denganpengambilan sumpah juri dan starter lomba di hadapan petugas dari Petugas Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan.

Harapan sukses dan dapat dijadikan acuan guna pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan selanjutnya, sebagai mana keinginan LSM dan MUI Pamekasan. (dewanto)
http://bakorwilpamekasan.jatimprov.go.id/?p=806

Gelar Sapi Kerap Tanpa Siksaaan

Bakorwil Pamekasan bersama Harian Pagi Radar Madura (Jawa Pos Group) berencana menyelenggarakan Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa Kekerasan. Kepastian terselenggaranya even ini diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) bersama aparat keamanan, dinas terkait, serta para pengerap sapi di Madura yang digelar di ruang kerja Kepala Bakorwil Pamekasan Ir.Eddy Santoso,MM, pukul 10.00 kemarin.

Dalam sambutannya, Eddy Santoso mengatakan bahwa penyelenggaraan Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa kekerasan ini direalisasikan untuk membuktikan komitmennya melestarikan budaya Kerapan Sapi yang sudah dikenal publik mancanegara. “Lomba ini juga digelar dalam rangka menindaklanjuti aspirasi majelis ulama dan masyarakat penyayang binatang,”ujarnya.
Dia berharap lomba ini bisa menjadi media edukasi bagi masyarakat yang selama ini memiliki perhatian terhadap kelestarian Kerapan Sapi. “karena itu kami mengandeng Radar Madura. Sehingga Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa kekerasan ini diharapkan bisa diketahui seluruh masyarakat Madura. Setelah acara selesai dihelat, kami akan evaluasi dan laporkan kepada Gubernur Jatim,” janjinya.

Eddy menerangkan, Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa Kekerasan akan digelar pada Minggu (12/2) di Lapangan Soenarto Hadiwidjojo Pemekasan, mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Sesuai ketentuan, masing-masing Bupati atau Dinas terkait mengutus enam pasang Sapi Kerap. “Kami tegaskan, tidak ada lagi kekerasan terhadap sapi. Teknisnya nanti akan dijelaskan Sekretaris Bakorwil Pamekasan Tajul Falah. Kalau terbukti melakukan kekerasan akan didiskualifikasi,” ingatnya.

Menurut dia, panitia penyelenggara hanya akan mengakomodasi peserta yang sudah direkomendasi oleh Bupati yang ada di Madura. Panitia tidak akan menerima peserta tambahan. “Yang akan diakomodir adalah peserta yang direkomendasikan Bupati. Kami tidak akan melayani peserta yang tidak direkomendasikan oleh para Bupati. Sebab masing-masing Kabupaten jumlahnya sudah ditetapkan,”tegasnya.
Yang menarik, peserta maupun penonton Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa Kekerasan ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. “ Kalau biasanya ada uang pendaftaran, untuk Eksibisi Lomba Kerapan Sapi tanpa kekerasan ini gratis. Masyarakat yang ingin menonton juga gratis. Tidak usah beli karcis,” jelasnya.
Meskipun gratis uang pendaftaran, panitia akan menyiapkan hadiah minimal tiga unit sepeda motor.
Sekretaris Bakorwil Pamekasan Tajul Falah menambahkan, keputusan tidak melakukan kekerasan dalam Eksibisi Kerapan Sapi kali ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Dalam eksibisi nanti, tidak boleh lagi menggunakan media atau alat yang tujuannya untuk menganiaya sapi. Masalah teknis yang sudah ditetapkan panitia pelaksana, akan kami sampaikan dalam technical meeting pada hari Selasa (7/2) pukul 09.00 di Kantor Bakorwil Pamekasan,” jelasnya. (Sumber: Radar Madura)
http://bakorwilpamekasan.jatimprov.go.id/?p=792#more-792

Rabu, 25 Januari 2012

MUI: Kredit itu Halal Bukan Riba

Selasa, 24 Januari 2012 13:36 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG - Menyoal permasalahan haram halal pada proses jual beli melalui kredit, Ketua MUI Kabupaten Bandung, KH Anwar Safiuddin Kamil menegaskan bahwa kredit diperkenankan dan jelas tidak haram. Kredit diperkenankan dan bukanlah riba bila melalui persyaratan-persyaratan tertentu.

"Kredit berbeda jauh dengan namanya riba," ujarnya dalam acara diskusi yang diselenggarakan FIF di RM. Kampung Sawah, Soreang, Selasa (24/1). Anwar menambahkan, kredit merupakan proses pembelian melalui cara berangsur-angsur. Kredit diperbolehkan jika antara pihak penjual dan pembeli tidak saling dirugikan.

Anwar juga menambahkan, jual beli kredit dibolehkan ketika terjadi kepastian harga dan tidak terjadi dua harga. Sejak awal keduanya menyepakati satu harga saja, tidak dua harga. Dua harga itu hanya pilihan di awal, sebelum transaksi disepakati.

Anwar juga sangat menyayangkan pihak LSM dan Ormas yang memprovokasi untuk berhenti melakukan kredit karena berseberangan dengan ajaran agama. "Tidak dibenarkan hal tersebut, karena tidak ada alasannya yang kuat," tambahnya.

Misalnya keduanya sepakat dengan harga dicicil, tambah Anwar, maka harga itu tidak boleh lagi diubah-ubah di tengah proses pencicilan, tidak boleh dinaikkan atau diturunkan lantaran kreditnya lebih cepat atau lebih lambat.

Dalam diskusi yang bertemakan 'Apakah Kredit itu Riba?,' hadir juga sebagai narasumber Didi Agung selaku kepala FIF soreang. Dalam kesempatan tersebut, FIF syariah ditawarkan sebagai program unggulan sebagai solusi alternatif leasing yang berpanduan dan berbasis syariah.

"Dengan FIF syariah, kita tawarkan cicilan kredit sesuai kehendak konsumen, insya Allah tetap Barokah," ujar Didi.

Redaktur: Djibril Muhammad
http://www.republika.co.id/berita/syariah/keuangan/12/01/24/lyaicu-mui-kredit-itu-halal-bukan-riba

Selasa, 24 Januari 2012

Inilah Alasan MUI Jatim Nyatakan Syiah Sesat

Selasa, 24 Januari 2012 17:35 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Abdusshomad, menegaskan ajaran Syiah sesat dan menyesatkan.

Alasannya, kata dia, secara akidah Syiah memiliki ajaran yang jauh berbeda dengan apa yang di ajarkan Sunni. Padahal Islam di Indonesia ini merupakan Islam Sunni yang merujuk pada Alquran dan hadis.

"Ada perbedaan pokok antara Syiah dan Sunni berbeda secara cara ibadah, rukun iman dan islamnya, shalatnya di jama', wudhu pun berbeda dan mereka tidak mengakui kekhalifahan," tutur Abdussomad.

KH Abdussomad juga mengatakan, Syiah dan Sunni sejak dahulu sulit untuk dipertemukan. Sehingga keberadaan Syiah bisa mengancam keretakan NKRI. Sehingga ia meminta MUI segera mengeluarkan fatwa tersebut.

"Mumpung masih belum besar, jadi kita cegah. Nanti kalau besar akan menyebabkan perpecahan," ujarnya kepada Republika.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/24/lyatej-inilah-alasan-mui-jatim-nyatakan-syiah-sesat

Total Tayangan Laman

Categories


BADAN AMIL ZAKAT (BAZ) PAMEKASAN


Republika Online - Dunia Islam RSS Feed


Republika Online - Buku Islam RSS Feed


Republika Online - Hikmah RSS Feed